Kurikulum 2013 yang sudah dilaksanakan hampir 2 tahun pelajaran ini sangat berbeda dengan kurikulum sebelumnya, tidak terkecuali pelajaran Bahasa Indonesia. Pendekatan yang diterapkan dalam pengajaran Bahasa Indonesia pada kurikulum 2013 ini adalah pendekatan teks.
Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis teks ini, siswa memang dituntut aktif baik dalam mendapatkan informasi terkait dengan materi yang sedang dipelajarinya. Sebaliknya, guru sebagai fasilitator juga dituntut meningkatkan kemampuannya. Sebab bisa jadi anak yang aktif dan cerdas dia akan menanyakan hal-hal yang mungkin tidak ada dalam materi yang sedang dipelajari.
Berkaca pada buku-buku teks yang dibagikan, sebenarnya pembelajaran Bahasa Indonesia pada kurikulum 2013 ini tidak jauh berbeda dengan pembelajaran Bahasa Indonesia pada kurikulum-kurikulum sebelumnya. Pada kurikulum 2013 materi hanya terbagi menjad dua bagian, yaitu materi yang terkait dengan teks dan materi yang terkait dengan kebahasaan yang terdapat dalam teks yang sedang dipelajari. Inilah yang membedakan pembelajaran materi Bahasa Indonesia pada kurikulum 2013 dengan kurikulum-kurikulum sebelumnya.
Pada kurikulum-kurikulum sebelumnya, siswa diajarkan materi struktur, kosa kata, pragmatik dan sebagainya. Tetapi semua materi tersebut terangkum dalam materi kebahasaan pada kurikulum 2013. Perbedaan lainnya adalah metode pengajaran yang tersirat dalam kurikulum 2013 mengharuskan siswa aktif dalam diskusi dalam menemukan hal-hal baru dalam sebuah teks, baik tentang teks itu sendiri maupun tentang kebahasaanya.
Karenanya, dalam blog ini semua materi terklasifikasikan dalam 3 kategori, yakni kategori teks, kebahasaan dan kesastraan.

0 komentar:
Posting Komentar